Universitas Gadjah Mada
Prakata
Universitas Gadjah Mada resmi didirikan pada tanggal 19 Desember 1949 dan merupakan Universitas yang bersifat nasional. Selain itu Universitas Gadjah Mada juga berperan sebagai pengemban Pancasil dan Universitas pembina di Indonesia
Pada saat didirikan, Universitas Gadjah Mada hanya memiliki enam fakultas, sekarang memiliki 18 Fakultas dan satu program Pascasarjana (S-2 dan S-3). Universitas Gadjah Mada termasuk universitas yang tertua di Indonesia, berlokasi di Kampus Bulaksumur Yogyakarta. Sebagian besar fakultas dalam lingkungan Universitas Gadjah Mada terdiri atas beberapa jurusan/bagian dan atau program studi. Kegiatan Universitas Gadjah Mada dituangkan dalam bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.
Visi dan Misi
Visi
Visi 2020 UGM menjadi universitas penelitian bertaraf internasional yang berorientasi kepada kepentingan rakyat berdasarkan Pancasila.
Misi
1. Menyediakan pendidikan sarjana dan pasca sarjana bertaraf internasional.
2. Menyelenggarakan penelitian dan pelayanan pada masyarakat yang bermutu tinggi.
3. Menggali dan mengembangkan secara berkelanjutan khasanah budaya bangsa.
4. Membina dan mengembangkan pengelolaan universitas yang bertanggungjawab.
5. Menyediakan pelayanan sarana prasarana kampus yang sesuai dengan kemajuan teknologi.
6. Menjalin jaringan kerjasama yang simetrikal di tingkat daerah, nasional, dan internasional.
Orientasi
1. Pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang:
* cakap, beriman dan bertakwa,
* bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat,
* memiliki kemampuan akademik dan profesional,
* mampu menerapkan, mengembangkan dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS),
* berintegritas tinggi serta berwawasan kebangsaan dan budaya Indonesia,
* mandiri, kreatif, inovatif dan berjiwa wirausaha.
2. Penelitian dan pelayanan masyarakat yang mencakup:
* pengembangan IPTEKS secara kreatif dan inovatif untuk mewujudkan keunggulan bangsa,
* pemanfaatan hasil IPTEKS untuk memberdayakan masyarakat serta mendukung pembangunan nasional dan daerah.
3. Gerakan budaya untuk mendukung kemandirian serta keutuhan bangsa dan negara.
4. Transformasi organisasi dan pengelolaan UGM untuk mengembangkan keunggulan akademik serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui penerapan prinsip �sentralisasi administrasi desentralisasi akademik� (SADA).
5. Penyediaan sarana-prasarana kampus untuk mendukung posisi UGM ke taraf mutu internasional.
6. Pengembangan jaringan kerjasama UGM menuju pembangunan masyarakat yang demokratis, adil, dan makmur sejalan dengan kebijakan nasional.
Sejarah
Gedung SMT Kotabaru, 24 Januari 1946, kelihatan dipenuhi pengunjung. Mereka adalah orang-orang yang memiliki komitmen yang tinggi terhadap peningkatan martabat manusia Indonesia. Di antara mereka teriihat Mr. Boediarto, Ir. Marsito, Prof. Dr. Prijono, Mr. Soenarjo, Dr. Soleiman, Dr. Buntaran, Dr. Soeharto. Mereka bermaksud mendirikan Balai Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta.
Dalam pertemuan itu, Mr. Soenarjo, menegaskan bahwa di Jakarta, NICA sudah mendirikan Universitas. Bangsa Indonesia tidak boleh gagal mendirikan universitas. "Lebih- lebih sekarang, pada waktu pembangunan, waktu kita butuhkan bermacam-macam ilmu pengetahuan", tambah Mr. Soenarjo.
Pertemuan di atas diikuti oleh beberapa pertemuan berikutnya, salah satunya adalah pertemuan di Gedung KNI Malioboro, tanggal 3 Maret 1946. Dalam pertemuan ini, diumumkan berdirinya Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada, yang terdiri atas Fakultas Hukum dan Fakultas Kesusasteraan.
dalam pertemuan ini, diumumkan berdirinya Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada, yang terdiri atas Fakultas Hukum dan Fakultas Kesusasteraan
Dengan berdirinya Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada, maka pada tahun 1 946 terdapat dua perguruan tinggi di Yogyakarta |